Purwakarta

PEMDA TIDAK BERANI TEGAS EKSEKUSI PASAR REBO,AKIBATNYA  BERLARUT-LARUT, APARAT PEMDA DICEMOOHKAN

Para pedagang sedang berjaga-jaga guna meng- antisipasi kedatangan petugas exsekusi dari Pemda Purwakarta terhadap mereka.

Purwakarta, Kamis,15/03/12

Tak pelak lagi Ketua Tim fasilitasi Pembangunan Pasar Rebo Simpang  Kab. Purwakarta menanggung malu terutama dimata masyarakat  Purwakarta. Padahal Surat Surat dari Direktur Utama PT. Surya Handa Perkasa (SHP) Nomor : 005/SHP-sk/III/2012 Tanggal 12 Maret 2012, perihal Permohonan Pelaksanaan Pengosongan dan Pembongkaran TPPS Pasar Simpang dan TPPS Pasar Rebo sudah dilayangkan, dan juga surat dari Bupati Purwakarta Nomor : 511.2/507/Diskop.UMKM Perindag, perihal Surat Perintah Pembongkaran Pasar Rebo harus segera dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2012 s.d. 17 Maret 2012. Pada dasarnya pengosongan pasar rebo harus di bongkar dan dikosongkan baik itu Kios maupun pedagang kali lima (PKL), apabila dengan surat perintah itu tidak dilaksanakan maka fihak pemerintah berkoordinasi dengan Aparat Keamanan dan Insitusi terkait  segera mellaksanakan pembongkaran dan pengosongan secara paksa terhadap Pasar Rebo, atas dasar surat dari Tim Fasilitas Pembangunan Pasar Simpang Nomor : 059/pppk/TFPPS/III/2012.

Sementara dilokasi Pasar Rebo, para pedagang Kaki lima (PKL ) dan penghuni kios tengah berjaga-jaga untuk mengantisipasi petugas tim eksekusi dari aparat Pemda yang dibantu dari kepolisian. Menurut para PKL , Kami akan mempertahankan pasar rebo sampai titik darah penghabisan, ujarnya yang ditemui dilokasi Pasar Rebo pasalnya tanah ini bukan kepunyaan Pemda.( Am-Ujg)

Drs.Asep Gumilar,M.S .i                     Relokasi Pasar Plered

PASAR  RELOKASI PLERED SEGERA DIBANGUN

Purwakarta, Kamis, 28/12/11

Kesemerawutan pasar Plered sudah tidak asing lagi bagi warga yang biasa melewati pasar  tersebut. Namun tidak hanya itu saja,  kendaraanpun yang melewati bisa terjebak macet hingga berjam-jam kalau kebetulan tidak ada yang mengatur lalu lintas pasalnya badan jalan  sudah biasa dipakai parkir angkot dan ojeg motor juga gelebeg.   Aturan tinggal aturan seperti rambu “S” tidak diindahkan oleh para pengguna jalan.

Pihak pemerintah disini tentunya  Pemkab. Purwakarta akan merelokasi  pasar Plered ke tempat yang lebih strategis yaitu daerah perempatan jalan yang menuju ke  Tgl.waru, Cirata,dan Liunggunung.

Relokasi pasar Plered  kini sedang di  kerjakan pengurugannya ,karena tadinya bekas pesawahan tadah hujan seluas 2,7 Ha. Alokasi dana pasar tersebut dari APBD Pemkab. Purwakarta secara  bertahap selama 3 Tahun  berturut-turut  dengan berkesinambungan yaitu dari Tahun 2012, 2013, hingga  2014  mendatang , ujar Sekwilmat Drs.Asep Gumilar M.Si di Kantornya.

Menurutnya lagi, pasar tersebut diberikan terlebih dahulu kepedagang yang telah lama berdagang di dalam pasar dan sisanya kepada pedagang kaki lima di luar  semuanya itu secara gratis, hanya pedagang berkewajiban  untuk membayar  ” reribusi “  saja,  tambahnya.

Namun menurut warga setempat mengatakan kepada kami (PM), walau pun pasar tersebut gratis, banyak fihak-fihak yang tidak setuju dan menolaknya,  alasannya  tidak masuk akal dan tidak dimengerti padahal menurutnya pasar tersebut  disamping  jadi luas , juga tidak kumuh dan juga geratis lagi, tambahnya.

“ Mudah-mudahan saja itikad  baik Pemda terutama Bpk Bupti Purwakarta H.Dedi Mulyadi.SH dapat  terwujud, Amin !     ( PM1)

H. NANAN JUANDA :

IDE CEMERLANG KEPALA DESA SUKAJAYA

Purwakarta, 3/11/11

Sudah tahun ke 3 mejabat Kepala desa (Kdes) Sukajaya namun idenya tidak kalah dari Kades yang masih muda. Ide-idenya saat ini yang sedang dipikirkan adalah pemindhan Kantor Desa yang sekarang ketempat lebih strategi dan banyak pasilitas, seperti : Halaman luas, bangunan tidak sempit, dan ada jarak dari pemukiman masrakat. Terutama dekat tanah lapang yang nantinya akan digunakan berbagai kegiatan seperti; Olah raga, perayaan lainnya, ucapnya. ” Kami mohon kepada Pemkab atau Bapa Bupati Purwakarta untuk memberi petunjuk tentang lokasi yang kami pikirkan yaitu tanah bekas PT. Harjasari yang masih kosong lokasinya tidak jauh dari desa yang kami tempati sekarang, tambahnya. ( AM )

PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA ( PMII ) UNJUK RASA KE KANTOR BUPATI PURWAKARTA

4 November 2011

posmerdeka Tak terkategori Tinggalkan komentar

Purwakarta, 27/10/11

Unjuk rasa merupakan ekpresi kekecewaan rakyat terhadap pemerintah dan jajarannya dalam melampiaskan kekesalan dan ketidak cocokan cara memimpin dengan hati nurani. Unjuk rasa juga merupakan wujud fisik yang diperlihatkan kepada rakyat atau masyarakat yang berharap dapat mewakili seluruhnya yang merasa tidak sejalan atau ketimpangan di dalam perintahan sekarang.

Kurang lebih dari 10 mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Pemkab Purwakarta (PMII) pada  hari Kamis 27/10/11 di Bundaran Bank BTN lalu menuju ke Kantor Bupati Pemkab Purwakarta dengan membawa foster dan yel-yel lainnya.

Yel-yel diantaranya “Ada apa pemuda hari ini “ dan Bangkitlah Pemuda “.  Dalam orasinya mereka menuntut pemerintah daerah untuk memperhatikan para pemuda yang ada didaerah, dan kepada pimpinan KNPI purwakarta kalau tidak bisa memimpain para  Pemda pemuda mending turun dari jabatannya, katanya. Dan lagi mereka menuntut Pemda Purwakarta untuk memperhatikan pemuda terutama dalam Pendidikan, Kesehatan , pekerjaan dan kesejahteraan bagi pemuda, umumnya bagi masyarakat Purwakarta, ucap Faizal.

Unjuk rasa dilanjutkan ke Kantor Bupati mereka menuntut supaya Bupati Purwakarta H.Dedi Mulyadi SH datang menemui mereka, namun sayang Bupati tidak ada di kantornya. Menurut petugas satpol PP Bupati tidak ada ditempat dan langsung para unjukrasa memaksakan diri untuk masuk kekantor Bupati, namun berkat kesiapan para petugas Satpol PP dan dibantu dari kepolisian dapat dicegahnya. Hampir ada tindakan kekerasan petugas namun tidak terjadi kekerasan karena para unjuk rasa merasa masanya sedikit dan langsung membubarkan  diri, pasalnya antara petugas dan unjuk rasa tidak seimbang.

Demikian laporan dari wartawan kami PM.

KOPERASI K2 SETIA MASIH TEGAK BERDIRI

29 Oktober 2011

posmerdeka Tak terkategori Tinggalkan komentar

* Ketua Koperasi K2SETIA H.AHMAD DIMYATI juga sebagai Anggota Dewan Kab. Purwakarta dari Fraksi GOLKAR

Purwakarta, September 2011

PAD PROPINSI YANG DIKELOLA OLEH DISPENDA PURWAKARTA 70% DISERAHKAN KE PEMKAB. PURWAKARTA

29 Oktober 2011

posmerdeka Tak terkategori Tinggalkan komentar

Purwakarta, 27/10/11

Hampir seluruh kabupaten di Jawa Barat penghasilan asli daerah (PAD) 70% dari jenis retribusi, seperti Air permukaan , Jalan Masuk, Tanah Negara juga pajak kendaraan bermotor (PKB) dll. Jenis retribusi air tanah (RAT) diambil oleh Pemda masing-masing Kabupaten. Sedangakan PAD sisanya 30% diserahkan ke Pemerintah Propinsi Jawa Barat, demikian diungkapkan oleh Kepala Seksi Non PKB Faizal saat ditemui di kantornya Kamis pagi (27/10/11).

Diungkapkan kembali oleh Faisal tentang belum ada perhatiannya dan dukungannya baik finansial maupun sarana oprasional kepada kantor yang diberi wewenang untuk memungut dan menerima retribusi PAD, seperti kendaraan roda dua maupun roda empat demi untuk kelancaran tugas kami oleh Pemda Purwakarta,tentunya  tidak seperti dikabupaten lain, mungkin belum terpikirkan olehnya, ujarnya.

Selanjutnya diungkapkan kembali masalah tagihan Retribusi baik Tanah Negara maupun Jalan masuk dan Papan reklame/Baligo yang ada dijalan Nasional maupun Jalan Propinsi yang rencana akan diserahkan kembali ke Bina Marga Propinsi paling lambat akhir tahun ini, katanya.

Memang Tanah-tanah aset daerah Propinsi seperti tanah peruntukan pertambangan, palawija dan lainnya  yang sudah-sudah penagihannya diserahkan kepada kami namun tidak semuanya dapat diselesaikan, maka rencana akhir tahun ini pemungutannya akan diserahkan ke Bina Marga Tingkat Propinsi, ujarnya.

Dengan banyaknya masyarakat maupun badan usaha yang nunggak pembayaran retribusi sewa pakai tanah belum lunas, seperti masrakat Kb.Kalapa dan Cimuntuk dan Koperasi K2SETI A Gn.Sembung hingga saat ini belum memperpanjang izin sewa serah pakai tanah negara dari Tahun 2010 dan 2011. Demikian keterangan yang disampaikan kepada wartawan PM. ( AM )

ALHAMDULILLAH SUKSES : ASOSIASI BEKAM INDONESIA ( ABI ) JAWA BARAT CABANG PURWAKARTA PENGOBATAN GRATIS SELAMA SATU HARI

29 Oktober 2011

posmerdeka Tak terkategori Tinggalkan komentar

*Ustd. Maulana SJP tengah mengobati dengan sengatan lebah.

* Pengobatan dengan Bekam

Purwakarta, 15/10/11

Dengan dibukanya pengobatan gratis ala Bekam juga sengat Lebah selama satu hari yaitu hari Sabtu, 15/10/11bertempat di Majlis Ta’lim Al-Hikmah Luqmanulhakim dan  tidak menyurutkan minat masyarakat untuk datang berobat kepadanya.

Kurang lebih dari 50 orang dari berbagai kalangan masyarakat kecil hingga menengah hingga kaya serta bermacam penyakit yang dideritanya, terdiri Asam urat, darah tinggi, rabun mata, kesemutan dan lain-lain.

ABI cabang Purwakarta yang diketuai oleh Ust.Maulana Sugeng JP sekaligus yang mengobatinya untuk Pria dan bagi wanita oleh Isterinya sendiri, juga dibantu oleh sejumlah murid – murid ustad Maulana sendiri.

Dari pantauan watwan PM, yang telah berobat kepadanya mengatakan, sudah ada perubahan berarti, artinya tidak seperti dahulu sebelum berobat kesini, katanya. Itu baru satu kali mudah-mudahan saja kalau dusah 2 atau 3 kali lebih sehat, tambahnya.

Hingga saat ini terbuka untuk umum untuk menerima pasien baik berpenyakit ringan maupun berat. Insya Allah dapat disembuhkan asal betul-betul yakin dan Allah lah yang Maha penyembuh. (MSJP)

Seminar Sehari di Graha Convention Centre Hall Jatiluhur

16 Oktober 2011

posmerdeka Tak terkategori Tinggalkan komentar

*Bupati Purwakarta memberikan sambutan seminar.

*saat kedatangan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, SH

* Peserta Seminar Sudah Memenuhi ruangan

*Paling  kiri : Safruddin Ahmad SH ( Ketua MIM DPD I Jawa Barat )..

Paling Kanan : Pengurus DPP MIM..

Sabtu 15 oktober 2011 Bupati Purwakata menyempatkan hadir dalam seminar yang dilaksanakan di Grha Vidya Convention Hall Jatiluhur, Purwakarta.  Hadir pula Kepala Desa Jatimekar, Camat Jatiluhur, Danramil, Kepala Dinas Perikanan Provinsi, Dinas Peternakan, Polres Purwakarta, Pejabat PJT II Jatiluhur, dan para peserta dari berbagai kalangan, Serta perwakilan pengurus MIM se-pulau Jawa. Apa Kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, SH dalam sambutannya pada seminar yang  diselenggarakan oleh Masyarakat Indonesia Membangun ( MIM ) DPD I Jawa Barat di Grha Vidya Convention Hall Jatiluhur Purwakarta. Bupati dengan pakaian khasnya Putih – Putih serta ikat kepala sangat memberikan apresiasi Kepada ormas Masyarakat Indonesia Membangun ( MIM ) yang telah menyelenggarakan seminar dengan tema Potensi Perikanan Darat dan Peternakan Unggas Rakyat Mandiri Menuju Ketahan Pangan, tidak biasanya sebuah ormas  mengambil tema tentang ketahanan pangan, bukan tema yang berkaitan dengan masalah politik. Lebih jauh Bupati menjelaskan kedepan akan mewajibkan anak anak desa punya domba, balong, dan unggas, serta berternak harus menjadi bagian dari sekolah. Pada akhir sambutan Bupati berharap semoga Ayam Jago ditimur berkokok lagi dan macan mengaom lagi. Selanjutnya dari Pengurus MIM Pusat Fathan Mubina mengajak untuk berbakti kepada Tuhan dengan cara Mengenyangkan perut ( Memenuhi pangan ) dan Menenangkan ( Memberi rasa aman ). Dan berterima kasih kepada MIM Jabar yang telah menyelenggarakan seminar sebagai langkah awal untuk program Indonesia Kuat yaitu Kuat pangan dan kuat Keamanannya dan mampu menjadi ragi bagi kegiatan ekonomi. Program ini sangat sinergi kata Ketua Pengurus MIM DPD I Jawa Barat  dalam sambutannya mengatakan persoalan pangan tidak hanya sebatas beras tapi ikan dan unggas tidak boleh dilupakan. Karya nyata adalah tindak lanjut setelah selesai seminar dengan mensinergikan antara pemerintah, masyarakat, praktisi dan kalangan akademis untuk bisa mengangkat ketahan pangan. Selanjutnya seminar di buka oleh Ketua MIM DPD I dengan moderator  Dini Desriani SSos MAPS, dengan Nara sumber Prof Dr Ir Peny MSc, Dr Odang Carman MSc, Dr Mustahal MSc, namun sayang nara sumber Kepala Dinas Peternakan Provinsi H Koesmayadi TP tidak hadir namun beliau mengutus Ibu Pipin sebagi penggantinya. Seminar berlangsung dengan semangat dan terlebih ketika nara sumber Profesor Peny menyampaikan makalahnya disambut oleh peserta seminar dengan sangat antusias. Seminar berakhir pukul 17.00  sebelum pulang peserta menyempatkan diri  berkeliling melihat bendungan Ir Djuanda Jatiluhur selanjutnya seminar merumuskan hasilnya sebagai berikut :

Indonesia sebagai Negara berpenduduk terbesar ke empat di Dunia dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 1,3 % pertahun selalu mengalami permasalahan dibidang pangan. Karena pangan adalah kebutuhan dasar manusia, maka kestabilan urusan pangan berdampak pada berbagai aspek kehidupan.

Ketahanan pangan khususnya pangan hewani juga mengalami hal yang sama, hal ini tercermin dari tingkat konsumsi protein hewani rakyat Indonesia terendah di Asia Tenggara. Rendahnya konsumsi protein hewani rakyat Indonesia antara lain karena rendahnya daya beli dan pendapatan

Permasalahan ini sebenarnya telah disadari oleh pemerintah dengan adanya gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) berbasis bahan lokal dan adanya target pemerintah menaikkan skor Pola Pangan Harapan (PPH) dari 75,7 ke 93,3 pada tahun 2014.

Kondisi demikian hendaknya disadari oleh semua pihak yang terkait antara lain Pemerintah, Kalangan Akademisi, Praktisi maupun masyarakat pada umumnya. Maka Masyarakat Indonesia Membangun (MIM) sebagai ormas terpanggil untuk memberi konstribusi terhadap solusi permasalahan tersebut diatas, ini sejalan dengan manifesto Masyarakat Indonesia Membangun (MIM) yang terkait dengan tema diatas :

  • Membangun untuk adil dan makmur
  • Membangun untuk meningkatkan kesejahteraan umum
  • Membangun untuk mencerdaskan kehidupan bangsa
  • Dan membangun untuk keadilan sosial

Maka dalam kesempatan yang baik ini kami dari Masyarakat Indonesia Membangun (MIM) DPD I  Provinsi Jawa Barat merekomendasikan kepada pihak-pihak terkait antara lain :

  1. Masyarakat Indonesia Membangun (MIM) menjadi mitra pemerintah dalam merealisasikan program-program yang berkenaan dengan potensi perikanan darat dan peternakan unggas rakyat mandiri menuju ketahanan pangan.
  2. Masyarakat Indonesia Membangun (MIM) menjadi mitra instansi-instansi yang bergerak dibidang perikanan dan peternakan.
  3. Masyarakat Indonesia Membangun (MIM) menjadi pelaku, pendamping serta pembina dalam mewujudkan pelaksanaan usaha produksi perikanan dan peternakan keluarga yang berbasis bahan lokal.
  4. Untuk menjadi pelaku, pendamping serta pembina dalam mewujudkan usaha produksi perikanan dan peternakan, Masyarakat Indonesia Membangun (MIM) menjalin kemitraan dengan pihak Akademisi untuk meningkatkan sumber daya manusia para anggotanya.

Keberhasilan program ini tidak terlepas dari niat dan kerjasama yang baik, dari semua pihak-pihak yang terkait yaitu Pemerintah, Akademisi dan Praktisi / Masyarakat Peternak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s