Pemilik Jembatan Bambu Tolak Pembangunan Jembatan Cihambulu

DCIM100MEDIA

Purwakarta, POSMERDEKA–Proyek Pembangunan Jembatan Cihambulu yang berlokasi di Desa Cijunti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, rencananya mulai bulan Januari 2013 ini akan segera dirampungkan.

Namun, proyek pembangunan jembatan yang menghubungkan jalan antara Kabupaten Purwakarta dengan Kabupaten Subang tersebut saat ini mendapat tanggapan beragam dari warga masyarakat setempat.

Edi (50), warga setempat yang sekaligus juga sebagai pemilik jembatan bambu yang saat ini menjadi satu-satunya akses jalan yang dipakai warga, dengan tegas menentang adanya proyek pembangunan Jembatan Cihambulu dan meminta kepada pemerintah untuk mempertahankan keberadaan jembatan bambu miliknya.

“Alasan penolakan karena jembatan bambu yang kami bikin selama ini menjadi tumpuan hidup keluarga saya. Orang yang setiap hari lewat menggunakan sepeda motor memberikan uang meskipun seiklhasnya. Nah, dari jembatan bambu ini lah saya hidup sekeluarga,” cetus Edi pada POSMERDEKA ketika ditemui di lokasi, Jumat (11/1).

Edi mengakui dengan adanya pemberian uang dari para pengendara sepeda motor, pendapatan setiap harinya lumayan besar. Selain bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari juga bisa untuk biaya perawatan berkala jembatan.

Dalam hal ini, lanjut Edi, pihak pemerintah harus bisa memberikan solusi jika proyek pembangunan jembatan tetap dilaksanakan agar pendapatan kami tidak hilang. “Mau makan apa keluarga saya bila kami tidak punya pendapatan,” ujarnya.

Selain masalah faktor ekonomi, penolakan juga berujung karena jembatan bambu tersebut mempunyai nilai historis bagi warga setempat yang mempunyai andil besar dan menjadi bagian dari sejarah desa.

Tanggapan berbeda datang dari para pengendara sepeda motor yang setiap harinya melintasi daerah tersebut. Menurut mereka, keberadaan jembatan bambu dinilai tidak layak dijadikan sarana transportasi, terlebih jika musim hujan seperti sekarang ini bisa membahayakan bagi pengguna jalan.

Seperti yang dikatakan Usep (47). “Saya terus terang aja ngeri bila melewati jembatan bambu ini, terlebih bila hujan tiba. Jadi alangkah bagusnya bila keberadaan jembatan dibuat permanen karena ini untuk kepentingan masyarakat banyak,” ujarnya.

Sementara itu, hasil pantauan POSMERDEKA di lapangan menunjukan, Proyek Pembangunan Jembatan Cihambulu yang berada di perbatasan dua kabupaten tersebut saat ini masih belum terlihat tanda-tanda akan segera dilaksanakan.

Menurut informasi, proyek tersebut akan dilaksanakan dengan melibatkan dua kabupaten, yaitu Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang. Untuk pengerjaan tahap awal baru ada besi penopang yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Subang. (Saeful R. Sutedjo)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s