PNPM Rp. 185 Juta Dianggap Proyek Mubazir

Purwakarta, POSMERDEKA-

Sudah bertahun tahun lamanya warga Kampung Wanasari Rt. 04/04 Desa Cibukamanah, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat merasa kesulitan air bersih. Kendati bantuan pemerintah seperti proyek pengadaan air bersih dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Perdesaan tahun 2010  telah direalisasikan, namun tetap saja air bersih sebagaimana yang dibutuhkan warga sulit didapat.

Seperti yang dikeluhkan Enib, salah seorang warga kampung setempat. Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan seperti Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di sekitar tempat tinggalnya terasa sulit. Untuk memenuhi kebutuhan MCK dirinya hanya bisa mengandalkan air hujan sewaktu-waktu. Bahkan terkadang dirinya harus rela mengambil air sejauh ratusan meter.

“Terus terang kami merasa kesusahan hidup karena air itu penting bagi kehidupan. Meski ada bak penampung air dari bantuan PNPM namun percuma karena airnya tidak pernah ada,’’ keluh Enib pada POSMERDEKA ketika ditemui Kamis, (15/11).

Hasil pantauan POSMERDEKA di lapangan menunjukan, proyek bantuan PNPM Perdesaan berupa bak penampung air senilai Rp.185.634.200,- yang sumber dananya berasal dari APBN dan Cost Sharing APBD itu sepertinya mubazir. Pasalnya, selain dikerjakan asal-asalan juga sepertinya dikerjakan tanpa proses perencanaan yang matang. Buktinya, air dari bawah yang berasal dari sungai Cilincing tidak bisa menjangkau warga yang berada di kampung Wanasari atas.

Bukan hanya warga yang merasa kesulitan air bersih. Beberapa sekolah yang berada di kampung setempat seperti SMPN 2 Cibatu terkena imbas. Seluruh siswa dan guru merasa kesulitan ketika membutuhkan air. Sehingga sarana prasarana toilet terbengkelai. “Meski ada toilet kalau airnya susah siswa-siswi juga sulit ketika akan buang hajat. Sehingga terpaksa kami hanya bisa mengandalkan air hujan,’’ ungkap salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya.

Kesulitan air tersebut oleh POSMERDEKA terpantau merata di Desa Cibukamanah meski hujan sudah turun beberapa kali. Kendati hujan sudah turun beberapa kali namun sumur milik warga tetap saja masih kering. Warga tiap hari harus berjuang mengambil air dengan jarak yang cukup jauh untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Kami berharap besar terjadinya kesulitan air ini bisa segera dibantu oleh Pemkab Purwakarta. Karena kami juga taat bayar pajak pada pemerintah,’ cetus Cecep, salah seorang warga Desa Cibukamanah.

Dimintai komentarnya terkait hal itu, Kades Cibukamanah Karwita mengungkapkan bahwa dalam mengatasi kesulitan air ini pihak pemerintahan setempat telah berupaya maksimal. “Sewaktu kami buat saluran air dari bawah ke atas menggunakan mesin goclak dari bantuan PNPM klepnya selalu pecah. Faktor geografis dataran tinggi juga mungkin penyebab gagalnya air menjangkau kampung atas,’’ kata Karwita pada POSMERDEKA ketika ditemui di rumahnya, Kamis (15/11). (Saeful Sutedjo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s