BKPP Wilayah II Provinsi Jabar Gelar Rakor Fasilitasi Pemberdayaan Budaya Lokal dan Destinasi Wisata

Purwakarta, POSMERDEKA

 

Untuk mensinergikan dan menyamakan persepsi rumusan kebijakan pemberdayaaan budaya lokal dan destinasi wisata ziarah dan wisata sejarah kabupaten maupun kota se wilayah II Provinsi Jawa Barat, Kantor Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) Wilayah II Provinsi Jawa Barat yang beralamat di Jalan Siliwangi Kabupaten Purwakarta menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), Fasilitasi Pemberdayaan Budaya Lokal dan Destinasi Wisata se Wilayah II Provinsi Jawa Barat bertempat di Gedung Negara, belum lama ini.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Bidang Kesejahteraan Sosial Kantor BKPP Wilayah II Provinsi Jawa Barat selaku panitia penyelenggara. Selaku pihak panitia penyelenggara, H. Sopro Sopy, SH, MH, di sela-sela kegiatan mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya rakor tersebut yaitu untuk menjaring dan menginventarisasi berbgai potensi serta permasalahan berkenaan dengan pemberdayaan budaya lokal dan destinasi wisata ziarah serta wisata sejarah se Wilayah II Provinsi Jawa Barat.

“Menjaring berbagai masukan bagi penyusunan rencana kegiatan, meningkatkan apresiasi dan rasa memiliki masyarakat serta terwujudnya Jawa Barat sebagai wisata sejarah dan wisata ziarah khususnya di wilyah II,’’ tegas Sopro, pada sejumlah wartawan. Sedangkan sasaran kegiatan rakor ini menurut dia diperuntukkan bagi aparatur pengelola obyek wisata ziarah dan sejarah, seniman, budayawan dan tokoh-tokoh masyarakat.

Peserta yang menghadiri rakor tersebut terdiri dari 4 kabupaten dan 1 kotamadya yaitu Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi dengan jumlah peserta sebanyak 70 orang terdiri dari unsur Bappeda, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Pariwisata, sekretaris daerah, para kepala bagian, para pengelola obyek wisata ziarah dan wisata sejarah serta para seniman dan budayawan se Jawa Barat.

Kepala BKPP Wilayah II Provinsi Jawa Barat,  Ir. Deddi Mulyadi dalam sambutannya mengatakan bahwa wacana tentang kebudayaaan lokal atau kebudayaan suku bangsa dewasa ini nampaknya tenggelam, tersisihkan oleh wacana-wacana yang lebih populer seperti wacana tentang dunia politik, ekonomi dan hokum. Hal itu terbukti dengan sangat sedikitnya sosialisasi, publikasi, maupun tayangan baik di media cetak maupun di media elektronik yang menampilkan wacana kebudayaan lokal.

“Keadaan ini terikat erat dengan kondisi budaya masyarakat dewasa ini yang lebih memunculkan konsep-konsep modernisasi. Sehingga segala sesuatu yang berbau tradisi, adat istiadat atau budaya lokal dipandang tidak bermutu, tidak rasional dan jalan ditempat,’’ tutur Deddi. Bicara tentang adat istiadat, menurut Deddi, seolah-olah tidak memberikan manfaat dan kontribusi bagi kemajuan dan kehidupan di masa kini dan masa depan. Wacana tentang kebudayaan lokal pun akhirnya hanya bergulir di antara pemerhati dan peminta kebudyaan saja.

“Itulah fenomena kebudayan lokal yang mau kita rubah imagenya menjadi pemberdayaan budaya lokal yang dapat mendukung bagi suatu pengembangan destinasi wisata khususnya wisata sejarah dan wisata ziarah yang ada di wilayah II Jawa Barat,’’ papar Deddi.

Ia menambahkan, dalam konteks pengembangan wisata sejarah dan wisata ziarah, penggalian sejarah lokal dan nilai-nilai sejarah atau makna sejarah yang terkandung di dalamnya merupakan suatu hal penting untuk dilakukan. Hal ini tidak lain karena obyek wisata sejarah yang penting dan menarik untuk disampaikan kepada wisatawan sebagai bentuk pembelajaran sejarah. Sehingga wisatawan akan lebih mengapresiasi obyek-obyek wisata yang dikunjunginya.

Lebih lanjut Deddi memaparkan, bahwa di Wilayah II Provinsi Jawa Barat terdapat beberapa potensi wisata sejarah dan wisata ziarah yang perlu mendapat perhatian dan dikembangkan menjadi obyek wisata dan daerah tujuan wisata. Diantaranya Makam Syekh Quro yang terdapat di daerah Pulo Kalapa Kecamatan Lemah Abang Kabupaten Karawang, Makam Mbah Nangka Beurit di Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang, Makam Syekh Yusuf Dalem Kaum di Kecamatan Purwakarta, Gedung Tinggi di Jalan Raya Hasanudin Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Tugu Kebulatan Tekad di Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang, Gedung Juang 45 di Kota Bekasi dan Monumen Perjuangan Rawa Gede di Desa Rawagede Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang. (Nana Cakrana)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s