PABRIK TERBESAR DI ASIATENGGARA “PT. SPV” MENGALAMI KEBOCORAN GAS BERACUN MENELAN KORBAN

 

 

 

 

Purwakarta. Rabu.27/3/12

PT.South Pacific viscose sudah hampir 30 tahunan berdiri pabrik produksi kapas syntetic dari bahan kimia menjadi kapas untuk pembuatan serat kain.

Pada hari Rabu 28/3/12 terjadi lagi untuk kesekian kalinya dalam kurun tidak telalu lama, sehingga yang terjadi hari rabu lalu  paling banyak menelan koban sementara keracunan gas hingga mencapai 38 jiwa.

Kejadian ini dilaporkan warga pagi sebelum pukul 09.00 WIB  ke Pimpinan Pabrik setelah ada korban terkena gas beracun. Kemungkinan gas beracun ini berasal dari pipa yang mengalami kebocoran, kebocoran ini diduga human error atau kelalaian manusia. Sampai saat berita ini diturunkan belum ada keterangan yang kongkrit dari perusahaan tersebut. Sehingga para pemburu berita merasa kecewa keterangan yang diperolah dari fihak perusahaan pasalnya bagian HUMAS pabrik tidak dapat dihubungi, walapun Kepala Desa Cicadas pun ( Nur Cicih ) berkali-kali menghubunginya .

Korban tersebut langsung dibawa ke RS.EFARINA ETAHAM setelah diperiksa terlebih dahulu di Klinik Pacifik, demikian keterangan ini diperoleh dari warga setempat.

Gas beracun ini tidak menyerang karyawan pabrik tersebut namun menyerang warga Kp.Ciroyom dan lingkungan sekitarnya sehingga dari beberapa RT dekat pabrik hanya 4 RT saja yang terkena gas beracun yaitu RT.08, 09,10 dan 11 keadaan parah hingga ada yang pingsan, kata RT.04/RW.08 Kunceng (50Th), di Etaham.

Sementara ditempat kejadian sekdes H.Cueng,(50) mengatakan kepada wartawan PM. Pemukiman penduduk seharusnya diberi jarak aman dari pabrik yang berbahaya seperti mengolah bahan kimia ini, kata sekdes Cicadas (H.Cueng). Lebih lanjut ia menerangkan, perusahaan tersebut sangat tertutup prihal ketenagaan asing yang dipekerjakan di pabrik ini, walaupun kami dari fihak desa sudah berkali-kali meminta daftar tenaga asing, namun tidak digubris, tambah sekdes kepada wartawan PM dilokasi kejadian.

Hingga berita diturunkan di RS.E.Taham korban keracunan gas masih ada yang dirawat belum diperbolehkan pulang, karena masih ada yang terasa, seperti perut terasa mual-mual dan pusing, ucap Sopiah(45),Maya, (30),Omi ,(35) dan Isar ,(40).

Menurut petugas Rs.Etaham di bagian rawat inaf, lebih dari 44 orang yang di rawat di sini, ujarnya. Dipastikan seluruh pasien yang di  rawat hari ini  (Minggu,1/4/12) pulang, tambahnya.

Namun menurut keterangan keluarga korban yang sakit, akibat terhirup  gas beracun sudah berangsur-angsur pulih dan satu persatu sudah diperbolehkan pulang kerumah masing  – masing.

Dikhawatirkan warga  hingga saat ini trauma, akan ada  lagi kebocoran pipa gas beracun susulan seperti yang lalu, ucapnya.

Semoga saja kejadian ini tidak seperti di Negara tetangga kita  India 20 tahun lalu, mengakibatkan ribuan korban keracunan gas, katanya. ( AM/Ujg/Team PM )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s