SEMINAR SEHARI PARA GURU MADRASAH DI PURWAKARTA

 

 

 

 

 

SEMINAR SEHARI  PARA GURU MADRASAH DI PURWAKARTA

Purwakarta, 17 Maret  2012

Sabtu pagi komplek kantor pemerintah Kab Purwakarta tampak ramai. Para guru Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah  se Kabupaten Purwakarta. Bahkan tampak di pelataran parkir Pemkab dan didepan masjid Agung  berjejer bis – bis dari beberapa kabupaten di Jawa Barat.

Persatuan Guru Madrasah ( PGM ) Provinsi Jawa Barat Bekerjasama dengan Pemkab Purwakarta Menyelenggarakan seminar pendidikan dengan tema   “PARADIGMA BARU PENGEMBANGAN MADRA  -SAH’. Hadir sebagai Pembicara Yaitu Direktur Pendidikan Madrasah, Prof. Dr. Dedi Djubaedi M, Ag,  ke   -tua Persatuan Guru  Madrasah  (PGM  ) Tingkat Provinsi Jawa Barat, Lembaga Ma’arif serta  sebagai Keynote Spech Bupati Purwakarta, Dedy Mulyadi, SH.

Dalam Kesempatan itu, Bupati Purwakakarta Dedi Mulyadi menyambut baik Semina Pendidikan terse  – but.Menurut Bupati yang sedang Tenar namanya karena program asuransi rakyat miskin itu , Pemerin  -tah sangat mendukung dan berharap kesimpulan program setelah seminar itu bisa sinergi dengan prog-ram Pemerintah kabupaten Purwakarta.

Sementara Pembicara utama Yaitu Direktur Pendidikan Madrasah  Kementrian Agama Pusat, Prof. Dr, – Dedi Djubaedi M, Ag. Dalam penyampaian materinya menjelaskan bahwa paradigm baru pengenbangan madrasah agar bisa bersaing secara local, nasional, maupun global dapat ditempuh dengan Paradigma  sebagai berikut,

Pertama, Perluasan akses komunikasi dan informasi.Melalui pengembangan paradigm ini diharapkan madrasah tak satu pun yang terisolasi dari kebutuhan akseskomunikasi dan informasi.

kedua, pembangunan system terpadu. Hal ini sudah tercakup dalam 8 komponen Standar Nasional Pendidikan  atau SNP.

Ketiga, Peningkatan mutu berbasis sumberdaya manusia.Ini artinya peran guru, siswa, kepala madrasah dan pengawas berperan penting dsitu.

Keempat, Penguatan ciri khas keagamaan. Yaitu k u r i-kulum yang 100% agama dan 100% umum membuat madrasah sebenarnya lebih diunggulkan.

Kelima, Penguatan status madrasah. Yaitu untuk memperbesar jumlah anggaran dan pencitraan madrasah d e  -ngan mengalih statuskan sejumlah madrasah swasta menjadi negeri.   Pencitraan   madrasah, Madrasah yang tercitakan kumuh, sekolah kelas dua, kampungan dan lain – lain harus segera   diangkat.

Ketujuh.Perintisan wajib belajar 12 tahun.yaitu sampai jenjang Sekolah Aliyah.Program ini  yang sedang diajukan anggarannya dalam APBN – P. Dalam akhir pemaparannya Prof, Dr, Dedi Djubaedi M, Ag sangat berharap Madrsah bisa berperan sebagai Bridging The People to the best dan menjdi centre of excellence di tanah air.Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s